Saturday, December 29, 2012

Senyuman Itu

Assalamualaikum





Sebuah kisah benar yang pernah aku hadapi. 

Semasa akhir sem 1 Sarjana, seperti pelajar-pelajar yang lain , aku diuji dengan assignment yang bertimbun, proposal projek penyelidikan yang belum disiapkan, projek penyelidikan yang menemui jalan buntu dan peperiksaan akhir yang kian tiba.  Namun tidak seperti student-student yang lain, aku menghadapinya dengan sikap yang negatif , hidup terasa sangat sempit dan kacau bilau.

Dalam keadaan penuh keserabutan, muram, mengeluh dan sikap yang negatif aku menaiki tangga menuju ke makmal.  Tiba di tingkat dua, aku bertembung seorang senior yang baru ku kenal lebih kurang sebulan. Dia melemparkan sebuah senyuman kepadaku, dan dengan penuh keterpaksaan aku membalas senyuman itu.
 
Pelik, ketika melihat dan membalas senyuman itu, segala masalah yang bagaikan sebuah gunung dihadapan bertukar menjadi busut yang kecil. Muram, sempit semuanya hilang. Ajaibkan


Senyuman, nampak seolah-olah perkara yang sangat remeh

Tapi apa yang kita tidak sedar, ia mampu memberi kesan positif kepada orang lain.

Sabda Nabi S.A.W yang bermaksud: Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah yang manis (wajah gembira dan senyuman)”. (Hadis Riwayat Muslim)


Mulai dari saat itu, aku cuba untuk senyum sebanyak yang mungkin.


Seorang sahabat yang tidak memiliki apa pun untuk disedekahkan bertanya, "Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang boleh kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya ?"

Rasulullah SAW bersabda, "Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah." (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

P/S: Keadaan ni berulang kembali hari ini...

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...